Kepala Khaira Mengecil, 2,5 Tahun Tak  Mampu Berjalan

Kepala Khaira Mengecil, 2,5 Tahun Tak Mampu Berjalan

Kesehatan

BANGKO– Keceriaan Khaira bocah berusia 30 bulan atau 2,5 tahun tidak tampak seperti rekan-rekan seusianya. Pasalnya putri kedua pasangan Apendi (31) dan Lili (27) tersebut belum juga berjalan selayaknya Balita normal.

Sementara, rekan-rekan seusianya sudah bisa bermain dan berjalan. Kondisi ini lantaran tubuh Khaira tidak seperti Balita normal lainnya. Sebab Balita yang berdomisili di Desa Muara Jernih Kecamatan Tabir Ulu Kabupaten Merangin ini kondisi kepala bagian atasnya mengecil. Bahkan ketika lahir, kepala bagian atas sangat kecil dan dekat dengan alis mata. Namun seiring dengan pertumbuhannya, kepala bagian atas Khaira mulai tumbuh namun tetap mengecil.

Alhasil, sampai saat ini Balita malang ini tidak mampu berbuat selayaknya Balita normal seusianya. Selain belum bisa berjalan, Khira juga berperilaku cukup aneh. Diantaranya tidak merespon dengan berbagai gerakan yang terjadi didepannya, meski kedua bola matanya terlihat normal.

“Tetapi pas lampu padam anak saya ini tahu dan menangis. Kalau terang kita ajak bermain dengan mainan apapun atau dipanggil dia tidak merespon. Ya menunduk seperti inilah bang,” ungkap ibu Kharia, Lili ketika dikunjungi Seputar Merangin. com di rumahnya Desa Muara Jernih Kecamatan Tabir Ulu.

Diuraikan Apendi, ketika dalam kandungan Khaira sempat divonis dokter bahwa anaknya tersebut tidak memiliki tempurung kepala. Namun, ketika lahir secara normal memang kondisi kepala Khaira bagian atas sangat dekat dengan alis mata.

“Selain belum bisa berjalan, Khaira sering kejang-kejang kecil. Dan selalu menggenggam jarinya,” ungkap pria yang keseharian berdagang Sate ini.

Meski tidak patah arang, disebutkan Apendi ia pernah membawa anaknya ke dokter anak di Merangin dan Bungo. Selain melakukan konsultasi terus menerus selama empat bulan, akhirnya dokter mendiagnosa jika Khaira kekurangan cairan otak. Kondisi itu yang diduga memperlambat respon Khaira terhadap pertumbuhanya.

“Sampai saat ini hanya konsumsi makanan bubur SUN, sebab tidak bisa mengunyah nasi,” ujar ibu Khaira, Lili yang menyebutkan berat badan Khaira terakhir mencapai 7 Kg.

“Tapi sampai saat ini hanya tubuh yang terus berkembang. Namun tidak ada daya tangkap dan kepandaian apa-apa. Seperti bayi. Sedangkan anak seusianya sudah bisa berbicara, bermain dan berjalan,” sebut Lili.

Namun demikian, diakui Lili memang pernah ada beberapa waktu lalu Bidan Desa berkunjung ke rumahnya guna melihat kondisi Khiara. Akan tetapi, Bidan tersebut hanya melihat kondisi fisik saja belum merekomendasikan apa-apa untuk menindaklanjuti penyakit yang diderita Khaira. Malahan sampai saat ini Khaira hanya digendong oleh orang tuanya.

“Kami juga tidak berani mengusulkan apa-apa. Kami ini orang awam tidak ngerti apa-apa,” sebutnya.

Terkait kasus penyakit yang diderita Khaira ini, orang tuanya berharap ke Pemerintah Kabupaten Merangin. Hal ini terkait dengan upaya dan bagaimana agar Khaira bisa sehat.

“Kami sangat berharap pemerintah bang. Kami tidak ngerti apa-apa,” pungkasnya. (agh)

Author

Related Articles

Back to Top