Keluarga Tak Mampu Suami Stroke, Istri Kena Lupus

Kesehatan

P_20160617_085434_HDR

SAROLANGUN– Malang nian nasib keluarga karsim (70) yang sudah dua tahun mengidap stroke, sementara istrinya Margitun (55) juga sakit dan sudah hampir tiga bulan mengidap penyakit lupus, sehingga keluarga yang memiliki enam orang anak, dan tingal di lingkungan kebun kelapa Rt 03 kelurahan suka sari, tidak bisa berobat akibat tak mampu untuk menyediakan dana.

 

Kepada harian ini Margitun, mengaku sudah lebih dua tahun suaminya mengidap stroke dan hanya bisa menghabiskan waktu di tempat tidur saja.

 

“Suami saya sudah dua tahun mengidap stroke dan kondisinya hanya bisa duduk di pembaringan saja,” jelasnya.

 

Bahkan selama ini meskipun memiliki kartu indonesia sehat (KIS), namun hanya sekali saja di pergunakan karena harus di rujuk ke jambi, tapi karena keterbatasan biaya maka keluarganya memilih pasrah.

 

” suami saya pernah di bawa ke rumah sakit, dan saya juga sekali berobat kesana tapi karena harus di rujuk ke jambi, saya tidak mampu untuk mencari biaya selama kami di jambi, maka saya hanya bisa pasrah di rumah saja,” akunya lagi.

 

Selama menderita Lupus Margitun, hanya berobat ke klinik dan sekali berobat harus menebus obat sebesar Rp 300 robi rupiah, dan itu di rasakan sangat berat bagi dirinya.

 

” kalau sudah kambuh badan panas dan sakit semua, bahkan rambut saya rontok, dan untuk sekali tebus obat Rp 300 saya tidak mampu, sebab hanya di bantu anak anak saya untuk berobatnya,” keluhnya .

 

Sementara itu Karni (23) anak kedua keluarga karsim, mengaku hanya bisa membantu keluarga ayahnya dengan kemampuan yang di miliki.

 

” kami enam bersaudara tapi hanya saya yang sudah menikah, dan kakak tertua saya yang jadi tulang punggung keluarga, sementara empat orang adik saya masih kecil kecil,” kata Karni.

 

Diri nya hanya bisa membawa ayah dan ibunya, berobat saat memiliki uang, tapi jika tidak maka dirinya harus rela melihat orang tuanya kesakitan.

 

“Kalau ada uang saya bawa berobat tapi kalau tidak saya hanya bisa pasrah saja, apalagi ada empat adik adik yang harus di hidupi,dan kami sangat butuh bantuan pemerintah, selama ini kami tidak berani lapor ke pemerintahan,” tambahnya.

 

( dar)

Author

Related Articles

Back to Top