Kekurangan Kamar Inap ,Kapuskes Dirikan Posko Darurat

MERANGIN – Daya tampung ruang inap di puskesmas tambang emas, Tidak mampu menampung puluhan korban keracunan masal , Membuat Kepala Puskesmas tambang emas berinisiatif mendirikan posko darurat di rumah bidan Desa Tanjung Benuang.

Rumah bidan desa Nurhayati di sulap menjadi posko darurat,Sebagian pasien di rawat di warung miliknya, Dengan peralatan seadanya pasien di rawat di lantai tokonya, Bahkan untuk sekedar mengantungkan cairan infus para petugas medis harus mengantungkan di tali plastik yang di pasang melintang di dalam toko.

“Daya tampung kamar inap di puskesmas tidak memadai, Sehingga kita mendirikan posko di rumah bidan desa”Ungkap dr Agie,(1/12).

Menurutnya posko Darurat di dirikan di rumah bidan, Sebagai bentuk tindakan cepat agar para pasien keracunan yang berasal dari desa Tanjung Benuang bisa segera tertolong.

“Ini pertimbangan kita untuk bisa segera membantu pasien yang berasal dari desa Tanjung Benuang,Apalagi lokasi kejadian luar biasa terjadi disini ,Dan pasien yang kita tangani merupakan korban makanan dari tanggal 28 Nopember lalu hingga hari ini”Ujarnya lagi.

Harapan besar kamar rawat inap di puskesmas tambang emas bisa di tambah,Sehingga bisa menampung banyak pasien yang berobat kesana.

“Kalau kamar rawat inap banyak, kami bisa menangani secara maksimal,Apalagi kejadian seperti ini “,jelasnya.

Abdai Kadinkes Merangin, Mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan sampel makanan yang di konsumsi ke BPOM Jambi,Untuk mengetahui penyebab keracunan masal yang terjadi di desa Tanjung Benuang.

“Kita dirinya posko Darurat selama dua hari kedepan, Dan sampel makanan yang kita dapatkan akan kita kirim ke BPOM Jambi,Dalam waktu dua hari maka kita akan mendapatkan konfirmasi penyebab keracunan massal”,ungkap Abdai.

Sementara itu kekurangan kamar inap akan di tingkatkan setiap tahunya, Sehingga tidak ada lagi pasien yang tidak dapat kamar rawat inap di setiap puskesmas.

“,Soal kekurangan kamar rawat inap kita akan tingkatkan setiap tahunya, Namun yang jelas jangan sampai ada pasien yang tidak tertangani di puskesmas”Ujarnya singkat.(ble)

Updated: 1 Desember 2019 — 22:15