Kejari Lirik Bansos Perumahan SAD

Hukum & Kriminal

perumahan sad

MERANGIN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangko mulai melirik dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan 43 unit rumah bagi warga Suku Anak Dalam (SAD) senilai Rp 1,6 milyar.

Dugaan Korupsi ini mencuat setelah komplek perumahan yang dibangun tidak layak huni dan tidak sesuai dengan standar pada umumnya.

Pasalnya, rumah yang dibangun hanya berpondasikan dua bata yang di cor dengan semen serta dipasang kerangka baja. Sementara, dinding rumah hanya dilapisi triplek.

Akibatnya, meski selesai dibangun pada 12 Desember lalu, hingga saat ini rumah tersebut belum juga ditempati.

Info yang dihimpun, proyek dari Kemensos itu juga dipecah menjadi dua kontrak dengan menggunakan dua perusahaan berbeda dari Provinsi Jambi.

“Ya, kami baru mendapat laporan dan dalam waktu dekat kita akan turun kelapangan untuk memeriksa proyek tersebut. Apakah ada indikasi korupsi atau tidak,” ungkap Kajari Bangko, Sri Respatini melalui Kasi Pidsus Bagus Hanindio.

seputarmerangin: Zakhrowi

Author

Related Articles

Back to Top