Karyawan PT KDA Jual Baju Palu Arit

Utama

IMG-20160624-WA0016

MERANGIN– Warga Kabupaten Merangin di hebohkan dengan maraknya peredaran baju palu arit yang menyerupai lambang PKI, hebohnya peredaran baju palu arit di ketahui di jejaring sosial facebook yang bernama Gufron.

 

Mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian, Kodim dan kejaksaan langsung mencari tau keberadaan pemilik akun Facebook tersebut dan di ketahui jika akun facebook tersebut warga desa Pulau tujuh yang bekerja di Perusahaan sawit PT KDA yang berada di Desa langling.

 

Mulanya pihak kodim 0420 sarko melalui babinsa desa pulau tujuh, mendapat informasi dari anggota unit intel kodim jika ada warga yang memakai baju komonis palu arit, setelah di cek, memang betul ada warga yang memakai baju palu arit bernama Risyad (22) warga desa pulau tujuh, kecamatan Pamenang Barat, yang bekerja sebagai petani.

 

Setelah di intrograsi, baju tersebut di dapatnya dengan cara membeli dari saudara Gufron (27) yang bekerja di PT KDA dengan harga seratus ribu rupiah.

 

Selanjutnya tim gabungan, langsung menuju pabrik PT KDA untuk menemui Gufron, Gufron sempat di bawa ke Polres Merangin untuk di mintai keterangan anggota intel Polres Merangim.

 

Saat di intrograsi, gufron mengakui jika mendapatkan baju tersebut dengan cara membeli melalui online dengan harga enam puluh ribu rupiah dan di jual kembali di kabupaten merangin dengaan harga 100 ribu rupiah.

 

Gufron mengakui jika dirinya tidak mengatahui baju yang ia beli berlambangkan paham komonis palu arit, dan berjanji akan menarik kembali dari baju tersebut yang sudah di jualnya.

 

Kapolres Merangin AKBP Munggaran saat di komfirmasi awak media megenai warga yang menjual baju palu arit, membenarkan telah mengamankan warga tersebut.

 

“Ya tadi siang kami sudah mengitrograsi warga yang menjual kaos baju palu arit, namun warga tersebut tidak kami tahan, hanya barang bukti berupa baju berlambangkan paru arit yang kami sita,” ungkap AKBP Munggaran, jum’at (24/6).

 

Kapolres juga mengatakan, jika warga tersebut hanya kita beri surat peryataan agar tidak menjual kaos tersebut lagi.

 

“Warga tersebut sudah kami suruh pulang usai di intrograsi, dan membuat surat peryataan,” tutup AKBP Munggaran.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top