Jembatan Rusak, Petani Menantang Maut

Utama

n

MERANGIN– Rusaknya jembatan di Desa Sungai Nilau, Kecamatan Sungai Manau membuat para petani padi kesulitan membawa hasil tani mereka keluar, ditambah lagi saat ini sedang musim hujan, lantai kayu jembatan yang tersisa menjadi licin jika dilalui sehingga membuat warga was-was.
Padahal saat ini pemerintah Kabupaten Merangin sedang  gencar-gencarnya  menyerukan swasembada pangan, khususnya padi. Namun hal itu dirasa sulit untuk dilakukan petani dari Desa Sungai Nilau karena kondisi jembatan yang tidak memungkinkan untuk dilalui.
Seperti yang diungkapkan Kauri Kepala Desa Sungai Nilau, dia mengatakan bila warga didesanya kebanyakan petani padi sawah, dan satu-satunya jembatan penghubung kondisinya sangat memprihatinkan.
 “Bagaimana kami bisa melakukan swasembada pangan, jalur akses kami saja sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilalui, apalagi untuk membawa padi. Kami cuma bisa berharap, usulan kami yang pernah diajukan ke pemkab Merangin bisa diterima dan jembatan kami dibangun lagi, agar masyarakat bisa mengeluarkan hasil tani mereka.” Ungkap Kauri.
Jika dilihat, kawasan persawahan di desa Sungai Nilau tersebut sangatlah Luas, padinya pun sangat subur, tentu akan menghasilkan kualitas padi yang bagus dan bernilai lebih. Namun sayang, sawah seluas sekitar seratus hektar itu saat ini hasilnya sudah dikeluarkan karena kondisi jembatan yang mengintai maut.
Yadi

Author

Related Articles

Back to Top