Jelang Idul Adha harga Sembako Cenderung Naik

Merangin- Di tengah new normal akibat Pandemi covid-19,Sembilan bahan pokok (sembako) Malah mengalami kenaikan harga,Apalagi menjelang hari idul Adha seperti ini,Kondisi ini Membuat para warga mengeluhkan naiknya harga sembako di pasaran,Apalagi di tengah ekonomi yang lesu namun harga sembako makin mahal di rasakan masyarakat.

Seperti harga gula pasir harga normal Rp.12.000 perkilonya,Naik menjadi Rp.14.000,Cabe rawit harga normal Rp.25.000rb naik menjadi Rp.30.000,Begitu juga dengan Ayam potong harga normal perkilonya Rp.26.000 naik menjadi Rp.30.000.

Tapi di sisi lain sembako naik,Ada sejumlah harga sembako seperti,Bawang merah harga yang bisa di jual perkilonya Rp.35.000
Turun menjadi Rp.20.000,begitu juga dengan harga Cabe keriting harga di pasaran yang biasanya Rp.25.000
Turun menjadi Rp.20.000,Gula merah juga ikut turun harga Rp.15.000 perkilonya,turun menjadi Rp.13.000.

“Harga semakin mahal,Apalagi jelang Idul Adha banyak harga sembako yang naik,Tentu saja saya harus pintar pintar membelanjakan uang untuk kebutuhan sembako keluarga saya” ungkap Marni ibu rumah tangga kepada media ini(25/7).

Ada beberapa harga yang turun ,Tetapi tidak signifikan apalagi susahnya mencari ekonomi di situasi covid-19.

“Kalau ada yang turun juga tidak seberapa,Apalagi sekarang sudah cari uangnya”keluhnya lagi.

Sementara itu Sarul (56) pedagang sembako yang berjualan di pasar baru Bangko,Kepada media ini mengaku bahwa naiknya harga di sebabkan sulitnya distribusi selama Pandemi covid-19.

” Naiknya harga sembako akibat sulitnya pengiriman barang,Selain itu juga biaya transportasi menjadi mahal,Tentu ini berpengaruh pada penjualan yang cenderung mahal juga”ungkap Sarul .

Laporan (ble)

Updated: 25 Juli 2020 — 13:02