Ini Alasan Perbankan Nasional Belum Turunkan Suku Bunga

Nasional

bank nasional

SEPUTARMERANGIN– Bank Indonesia (BI) beberapa waktu yang lalu telah menurunkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 0,25 basis poin menjadi 7,25 persen di awal tahun 2016.

Pelonggaran kebijakan moneter ini diharapkan diikuti oleh perbankan nasional, demi menggairahkan ekonomi nasional. Lalu, kapan perbankan nasional akan mengikuti langkah bank sentral untuk menurunkan suku bunganya?

Anggota Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Destry Damayanti, mengakui jika ruang bagi perbankan nasional untuk menurunkan suku bunganya masih terbuka lebar. Namun, situasi internal perbankan sampai saat ini masih belum pulih seutuhnya.

“Saya rasa ruang itu ada. Tapi, kami akan tetap hati-hati. Yang menjadi perhatian itu adalah Non Performing Loan (NPL), karena bisnis belum pulih. Kita lihat ada beberapa kegiatan ekonomi yang slow down,” kata Destry, Rabu 10 Februari 2016.

Destry menjelaskan, kondisi ekonomi global yang terfluktuasi sepanjang tahun 2015 lalu memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi perbankan. Salah satunya adalah anjloknya harga komoditas, yang pada akhirnya berpotensi memengaruhi portofolio perbankan. Performa perbankan pun akan terpengaruh.

Ekonom PT Bank Mandiri ini meyakini bahwa di tahun ini pergerakan ekonomi dunia akan mulai membaik dibandingkan tahun lalu. Dengan begitu, secara tidak langsung akan berimbas positif pada ekonomi nasional. Perbankan nasional akan mendapatkan manfaat dari membaiknya ekonomi domestik.

“Aktivitas ekonomi mulai pulih, sehingga akan memengaruhi likuiditas secara nasional, dan perbankan juga. Artinya, ruang penurunan suku bunga itu bukan hal yang sederhana, tetapi memang regulator akan melihat berbagai aspek,” kata dia.

 

Sumber: viva.co.id

 

 

Author

Related Articles

Back to Top