Tiga Spesialis Bongkar Rumah Diciduk Polisi

SAROLANGUN – Tiga orang spesialis bongkar rumah berhasil ditangkap oleh Jajaran kepolisian Sektor Mandiangin, Kamis (19/10) kemarin.

Ketiga orang tersebut bernama Pani Fransisco Bin Suprayitno (18) Warga Desa Pemusiran, Deni Redika Bin Pahari M. Teguh, (27)  Warga Desa Pemusiran dan Muksin Bin Hidayat, (25), warga Desa Bukit Peranginan.

Ketiganya di tangkai setelah  melakukan aksinya kepada salah satu korban bernama Roy Juniper Hutagaol (37) warga Desa Pemusiran, yang rumahnya dibongkar lalu berhasil membawa sepeda motor Yamaha Jupiter Z Warna Hitam dan Handphone 3 buah. Selain itu ketiga pelaku juga melakukan aksinya di SD 127 Pemusiran yang berhasil membawa infokus milik sekolah dan CD.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, SIK Melalui Kapolsek Mandiangin AKP Iskandar, CH, SH, MH dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pihaknya menangkap pelaku di rumahnya dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Kapolsek Menjelaskan bahwa aksi pelaku yang menimpa korban Roy Hutagaol, terjadi pada Senin, (25/09) sekitar pukul 05.30 Wib, dimana waktu itu istri pelapor An. Sugiana bangun dari tidur dan hendak melakukan aktifitas sebagai ibu rumah tangga.

Pada saat berada di dapur, istri pelapor melihat 1 (satu) unit SPM JUPITER-Z yang berada didapur tidak ada lagi, lantas melihat hal tersebut, istri pelapor membangunkan pelapor bersama istri pelapor mengecek kondisi rumah dan saat itu pelapor mendapati jendela samping rumahnya telah terbuka dan ada bekas congkelan, dan atas peristiwa tersebut pelapor melapor ke Polsek Mandiangin.

Dengan laporan tersebut, Apara kepolisian polsek mandiangin langsung mendatangi TKP dan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap ketiga pelaku.

” Malam tadi kita lakukan penangkapan ketiga pelaku, pertama kita tangkap Dani, lalu Muksin dan terakhir pani. Dari ketiga pelaku ini otaknya bernama Fani,”Kata Kapolsek.

Kemudian ia menjelaskan bahwa dua pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP, yakni Dani dan pani, sementara satu pelaku bernama muksin dikenakan pasal berlapis, yakni 363 dan 365 karena selain melakukan pencurian, tersangka Muksin juga penah melarikan diri dari lapas sarko ahunt 2013 silam.

” Hukuman diatas lima tahun penjara,”Tukasnya.

Sementara tersangka Pani Fransisco saat diwawancarai mengakui perbuatannya, ia menyebutkan melakukan tindak kejahatan itu untuk membeli perlengkapan baju dan celana.

” Setelah maling, duitnya saya belikan baju, pak. Ada motor yang kita curi dan bongkar sekolah ambil infokus dan CD,”Sebut Tersangka.

laporan : Dar
Edt : YD

Updated: 19 Oktober 2017 — 21:15
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: