Ngaku Untuk Kebutuhan Ekonomi,Enam Bulan Kakek Renta Jual Shabu

SAROLANGUN – Sulitnya ekonomi saat sekarang membuat Kakek tua yang berusia (67) bernama Arfan Warga Desa Peranginan Kecamatan Mandiangin harus merasa dinginnya hotel prodeo milik polres Sarolangun, ia ditangkap oleh Anggota Polres Sarolangun melalui Satuan Narkoba karena telah melakukan penyalahguna Narkotika hingga menjadi Kurir Sabu didaerahnya.

 

 

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kasat Narkoba AKP Tongam Manalu, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Dirinya mengatakan, bahwa penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat.

 

 

“Iya benar, penangkapan kita lakukan pada jumat (28/9) lalu sekitar pukul 14.00 wib dirumah tersangka. Adapun barang bukti yang berhasil kita amankan, yakni berupa satu buah kaleng berwarna hitam yang berisi 50 klip plastik yang berisi serbuk kristal putih bening di duga narkotika jenis sabu, “kata AKP Tongam Manalu jum’at (05/10)

 

 

Selain itu katanya, juga ditemukan dua buah bong yang merupakan alat hisap yang digunakan untuk menghisap shabu dan uang sebesar Rp.15 juta yang di duga hasil penjualan narkotika jenis Sabu sabu.

 

 

“Terduga pelaku ini diamankan saat sedang duduk di dalam rumah,lalu anggota unit satuan narkoba masuk kedalam rumah tersangka,dan langsung mengamankan pelaku serta memanggil perangkat desa setempat untuk melakukan penggeledahan,”terangnya

 

 

Untuk modus pelaku dalam menjalankan bisnis haramnya lanjut AKP Tongam Manalu, dengan cara menyelipkan narkotika jenis shabu yang sudah dimasukkan kedalam plastik kecil diantara obat antibiotik.

 

 

“Untuk barang haram ini diperoleh pelaku dari kota Jambi. Dan untuk penjualan, rata-rata pelaku menjual dengan harga 300 sampai 500 ribu per bungkus kecil,”ungkapnya.

 

 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kata AKP Togam Manalu, pihaknya menjerat pelaku dengan pasal 114 Ayat (2) atau pasal 112 ayat(2).

 

 

Sementara itu, Arfan terduga pelaku yang diamankan Polres Sarolangun, saat dikonfirmasi mengaku, menjalankan bisnis haram tersebut sejak bulam Mei lalu untuk mencukupi kebutuhan ekonominya sehari – hari.

 

 

“Penghasilan saya menjual shabu hanya untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, dalam satu bulan saya mendapat keuntungan sekitar Rp.3 juta. Dan ini terpaksa saya lakukan karna beberapa kali usaha saya bangkrut,”pungkasnya.(ble)

Updated: 5 Oktober 2018 — 11:49
© 2016-2018, seputarmerangin.com Frontier Theme
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: