Islam Dinistakan, Lafadz ‘Allah’ dan ‘Muhammad’ ditulis di Sandal Jepit

MERANGIN – Dugaan penistaan agama Islam kembali terjadi, kali ini kejadian di kabupaten Merangin dengan cara pelaku membuat tulisan lafadz ” Allah” dan “Muhammad” di sandal jepit miliknya lalu digunakan sehari-hari.

Pelaku diketahui bernama Firdaus (41) biasa dipanggil Pidos keseharian bekerja sebagai pedagang asongan di Terminal Tipe A Pulau Tujuh, Desa Langling Kecamatan Bangko, kabupaten Merangin.

sandal sebelah kanan dituliskan lafadz Allah dan sebelah kiri tulisan lapadz Muhammad dengan hurup arab. Tentu kejadian ini sontak membuat umat muslim ‘terbakar’ emosi seperti diungkapkan perwakilan dari Aliansi Muslim Merangin. 

Kejadian ini pertama diketahui rekan kerja Pidos, Nurhayati (53) warga Kecamatan Pamenang, dia sudah mengingatkan perbuatan Pidos namun pelaku malah menatang nasehat dari Nurhayati.

“Pertamo sayo tengok, iko gambar apo dos sayo tanyo, Caliak lah surang keceknyo. Iko namo tuhan kito ko, ngapo kau tulis diselop, serah denlah jawabnyo, terompah-terompah den, den dak ngangu urang do, jawabnyo,” Nurhayati saat dibincangi Selasa (5/12/2017) di Terminal Pulau Tujuh.

“Besoknyo ado pak Ansori, sayo bilang tengok pak, pak ansori bilang Dos kau bahayo gek, jawabnyo serahkah terompah den, dio inikan awalnyo Muslim sekarang pindah agama ke Kristen,” lanjut Nurhayati.

Hal senada juga disampaikan oleh Amin Hudori, Wakil ketua Terminal Pulau Tujuh dari Kementrian Perhubungan yang juga sedah mengungatkan dan mengusir pelaku dari komplek terminal.

“Setelah sayo tahu dari ibu Nurhayati, saya panggil si Pidos, saya bilang jangan di pakai lagi sandal itu. Seminggu setelah itu dipakai lagi saat saya piket, akhirnya datanglah anggota saya membawa sendal dan pelaku ngadap saya, sudah jelas aku bilang itu nama Allah, kalo tulisannyo laten mungkin dak begitu sakit, ini tulisan arab,” lesal Hudori.

Saat dipanggil Hudori pelaku mengelak dengan mengatakan bahwa tulisan tersebut bukan dibuat olehnya namun oleh anaknya.

“Itu bukan aku yang buat, kato dio, itu yang buat anaknyo, sedangkan anaknyo baru berumur tiga tahun, mana bisa anaknya yang buat. Akhirnya kami amantkan dengan dio tinggalkan terminal ini, aku dak mau nengok wajah kau lagi, jangan kau injak sini lagi,” tegas Hudori.

Sentara itu, Noverman beserta rekannya dari Aliansi Muslim Merangin yang mendapati informasi dugaan penistaan agama langsung bergerak menelusuri kebenaran kejadian tersebut dengan mendatangi rumah pelaku.

“Seletah mendapat informasi dari petugas Kemenhub di terminal kami langsung meluncur ke tempat yang laporkan, ternyata betul kami mendapatkan poto dan video pelaku saat memenang sendal tersebut yang direkam petugas, selain itu kami juga mendapatkan sendal yang dimaksud. 

Setelah itu Noverman beserta rombongan langsung menuju kediaman pelaku untuk mengetahui motivasi pelaku yang di anggap telah melukai hati umat islam atas perbuatannya.

“Kami datangi rumah pelaku, kami hanya bertemu dengan anak dan istrinya yang mengatakan suaminya sedang berjualan di lampu merah kawasan Pom Bensin Pematang kandis, Tentu sebagai umat Islam hati kami kembali terluka oleh perbuatan pelaku, kami tak akan tinggal diam atas perbuatan pelaku. Secepatnya kami akan konsolidasi untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwajib agar di proses secara hukum,” pungkasnya.

laporan : Abityas
Edt : Yadi

Updated: 5 Desember 2017 — 22:51
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: