Berkedok Calo Honorer, AM Ditangkap Polisi

Sarolangun-sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga,pepatah itu ternyata tepat disematkan buat AM (42) Tahun, seorang  Pedagang yang tinggal di Rt.02 Dusun Suko Mulyo Desa Pelawan Kecamatan Pelawan kabupaten Sarolangun. 

Aksi tersangka baru terungkap setelah dilaporkan oleh korban,Yayat bin Oon (48) warga yang tinggal  di Desa Mekar Sari Kecamatan Pelawan .

Dari data yang didapatkan,bahwa tersangka melakukan aksinya dengan modus,bisa memasukan anak korban menjadi tenaga honor di RSUD sarolangun.

Dalam laporan korban,diketahui sekitar  tanggal 11 Maret 2017, pukul 12.00 Wib Tersangka mendatangi rumah korban dan menawarkan kepada korban,jika anaknya mau jadi honorer di RSUD Sarolangun.

Tanpa curiga korban mengiyakan,dan tersangka  meminta korban  untuk mempersiapkan berkas,anaknya yang bernama Lia ,agar bisa masuk menjadi tenaga honorer di RSUD Sarolangun.

 

Beberapa hari kemudian tersangka kembali mendatangi rumah korban, dan menjelaskan kepada korban bahwa untuk biaya pengurusan anak korban bernama Lia, menjadi tenaga Honorer RSUD sarolangun harus meyiapkan uang sebesar Rp.25.000.000.

namun korban pada saat itu menjelaskan kepada tersangka ,bahwa  korban tidak ada memiliki uang namun korban bisa menyanggupinya sebesar Rp. 18.000.000, dan tersangka mengiakannya .

Setelah korban menyanggupi, tersangka meminta uang terlebih dahulu sebesar Rp.1.500.000,- tanda jadi.

Dan pada bulan mei 2017 tersangka kembali kerumah korban ,dan meminta uang kepada korban ,bahwa  Surat keputusan (SK), anak korban sudah mau jadi maka korban harus menyiapkan lagi uang sebesar Rp. 3.500.000.

Merasa yakin korban pun menyerahkan uang tersebut kepada tersangka ,tidak lama kemudian tersangka kembali mendatangi rumah korban dan menyerahkan SK tersebut kepada korban dan LIA tersebut bisa bekerja di RSUD sarolangun namun ,pada saat itu tersangka meminta uang kepada korban sisa dari awal perjanjian tersebut namun korban mau menyerahkanya apabila LIA (anaknya) sudah bekerja di RSUD sarolangun. 

setelah SK diterima   maka korban dan anaknya ,mendatangi RSUD sarolangun dan mengkomfirmasi masalah SK yang diserahkan Tersangka tersebut dan setelah diteliti pihak RSUD Sarolangun,Menjelaskan bahwa SK tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh RSUD Sarolangun.

Merasa tidak senang jadi korban penipuan oleh tersangka,korban kemudian melaporkan kejadian yang di alami ke polres sarolangun.

Petugas yang mendapatkan laporan korban,langsung bergerak dan mendapatu informasi keberadaan tersangka tengah berada di jambi,dan bemar saja  tersangka tengah berada di rumah kerabatnya,tanpa perlawanan teraangka berhasil di bekuk dan langsung dibawa ke polres sarolangun.

Kepada polisi tersangka mengakui,bahwa dirinya sudah melakukan aksinya sebanyak sembilan kali.

 Sementara barang bukti yang ikut diamankan,berupa

– 1 (satu) lembar surat Perjanjian kerja Nomor : 84/168/RSUD.SRL/2017, tanggal 01 Juli 2017,

– 1 (satu) lembar surat keputusan kepala RSUD Prof. DR.H.M CHATIB QUZWAIN Kab. Sarolangun Nomor : 168/RSUD/2017, tanggal 01 Juli 2017, 

– 1 (satu) lembar lampiran surat keputusan kepala RSUD Prof. DR.H.M CHATIB QUZWAIN tentang pengangkatan tenaga kerja kontrak daerah paramedis dan non paramedis di RSUD Kab. sarolangun Prof. DR.H.M CHATIB QUZWAIN tahun anggaran 2017, nomor : 168/RSUD/2017, tanggal 01 Juli 2017, 

– 1 (satu) lembar Kwitansi uang Rp. 5.000.000,- DP, pembayaran Honorer di rumah sakit umum.

Terspisah kapolres sarolangun AKBP Dadan Wiralaksana,melalui kasat reskrim polres sarolangun AKP George Alexander Pakke,membenarkan penangkapan pelaku.

“Tersangka sudah kita amankan bersama barang buktinya,dan tersangka kita jerat dengan pasal 378 KUHP,dengan ancaman lebih  lima tahun”tegas kasatreskrim.

Laporan : Ble
Edt : Yadi

Updated: 1 Februari 2018 — 20:43
© 2016-2018, seputarmerangin.com Klick SM-TT DEPT
error: Jangan Suka Coppy Paste Berita Orang Broo...
%d blogger menyukai ini: