Heboh, Gaji Anggota DPRD Merangin ‘Disunat’

Utama
 31foto_paripurna 
MERANGIN – Gedung DPRD Merangin mendadak heboh, Rabu (17/2). Sejumlah anggota DPR memprotes kebijakan pemotongan gaji oleh Sekretariat Dewan (Setwan) tanpa pemberitahuan.
 
Salah seorang anggota DPRD Merangin yang enggan disebutkan namanya memprotes pemotongan gaji tersebut. Menurutnya, pemotongan gaji tersebut tanpa dasar dan tanpa kesepakatan.
 
“Saya kaget, kok ada pemotongan gaji Rp 500 ribu. Ada kuitansinya lagi. Uang ini digunakan untuk apa? Baru kali ini ada pemotongan gaji seperti ini,” ujar Sumber.
 
“Jumlah pemotongannya memang tidak begitu besar. Tapi hal seperti itu tidak diperkenankan. Ada 34 anggota dewan yang dipotong seperti ini. Hanya ketua DPRD saja yang tidak dipotong,” tambahnya.
 
Sekretaris DPRD Merangin -Sekwan-, Nasution membantah jika pihaknya telah melakukan pemotongan tanpa pemberitahuan. Ia menjelaskan, pemotongan dilakukan karena ada kesepakatan tidak tertulis antara anggota DPRD dan bendahara gaji.
 
“Mana mungkin kami berani memotong gaji anggota DPR. Menurut bendahara gaji, dulu sebelum ada kenaikan tunjangan perumahan, beberapa anggota DPR bilang, kalau tunjangan perumahan naik, ambillah RP 500 ribu untuk kamu. Memang tidak ada kesepakatan tertulis. Tapi, anggota DPR lainnya juga menyetujui. Makanya langsung dipotong,” ujar Nasution.
 
“Ya kalau memang tidak setuju, tentu kami akan mengembalikannya. Ini hanya miss komunikasi saja. Uang Rp 500 ribu per anggota DPR itu masih ada sama bendahara,” singkatnya.
 
 
Seputarmerangin: Zakhrowi

Author

Related Articles

Back to Top