Hari K3 Diperingati di Merangin

Pemerintahan

Bupati Merangin H Al Haris saat memberikan sambutan pada   hari K3 di Dinas Nakertrans

BANGKO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin Rabu (27/4) memperingati hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di pelataran Kantor Dinas Nakertrans. Acara berlangsung meriah diikuti para tenaga kerja dari sejumlah perusahaan di Merangin.

 

Pada acara yang dihadiri para pejabat di jajaran Pemkab Merangin itu, bupati dengan tegas tampil membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M Hanif Dhakiri.

 

Dikatakan bupati, peringatan hari K3 pada 2016 merupakan tahun kedua bagi bangsa Indonesia untuk berjuang, berperan aktif dan bekerja secara kolektif dan terus menerus dalam mewujudkan ‘Kemandirian masyarakat Indonesia berbudaya K3 tahun 2020.

 

Kecelakaan kerja yang terjadi di beberapa sektor usaha, masih sangat hangat diingatan, seperti jatuhnya pesawat lift yang terjadi di perusahaan dengan korban beberapa pekerja meninggal dunia.

 

Selain itu kasus kebakaran perusahaan yang juga menimbulkan korban meninggal yang tidak sedikit. ‘’Bahkan kalau kita perhatikan data dari BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun 2015, telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105.182 kasus,’’ ujar Bupati.

 

Korban jiwanya lanjut bupati, mencapai 2.375 orang. Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksanaan dan pengawasan K3, sekaligus perilaku masyarakat industri pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, yang belum optimal.

 

Kejadian ini tentunya menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah tidak terulangnya kejadian yang sama. Untuk itu, peningkatan upaya-upaya K3 masih terus dibutuhkan dalam mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

 

Sedangkan salah satu tantangan besar yang dihadapi di sektor ketenagakarjaan pada saat ini adalah kualitas sumber daya manusia, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang telah bekerja di tempat kerja dan perusahaan, terlebih dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

 

‘’Dengan pemberlakuan MEA akan menjadi peningkatan mobilitas tenaga kerja kompeten, baik TKI yang akan bekerja di negara-negara Asean maupun tenaga kerja yang berasal dari negara-negara Asean yang akan bekerja di  Indonesia dalam frame mutual recognition arrangement (MRA),’’ terang Bupati.

 

(teguh/humas)

Author

Related Articles

Back to Top