Harga Perkebunan Anjlok, Al HarisTekankan Warga Turun ke Sawah

Pemerintahan

Bupati Merangin H Al Haris panen padi di Desa Kapuk   Kabupaten Tabir Ulu

Bangko- Bupati Merangin H Al Haris didampingi Dandim 0420/Sarko Kol Inf Budiawan Basuki Minggu (3/4), melakukan panen raya padi di Desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin.

 

Ada sekitar 100 hektar sawah padi yang dipanen bupati pada program turun ke sawah tersebut. ‘’Saya sangat bangga dengan para petani di Tabir Ulu ini, karena hasil panennya sangat bagus,’’ ujar Bupati.

 

Bupati minta hasil panen yang bagus itu terus ditingkatkan dan menampah pola tanam setahun tiga kali. Jika seluruh petani di Kabupaten Merangin bekerja keras seperti petani di Tabir Ulu, bupati yakin tahun depan Merangin bisa swasembada beras.

 

Untuk menampung hasil panen petani, bupati membawa langsung Kepala Bulog Bangko untuk ikut panen padi. Diharapkan bupati, hasil panen padi itu tidak dimasukan di lubung padi buat makan sendiri, tapi dijual untuk masyarakat Merangin lainnya.

 

Usai melakukan panen raya padi, bupati memberikan bantuan alat-alat pertanian kepada para kelompok tani setempat.  Tidak hanya itu, kepada para pemuda Kapuk, bupati memberikan bantuan bola.

 

‘’Melalui olahraga bola, pemuda di pedesaan tidak akan terpengaruh oleh bahaya narkoba. Saya minta kepada pemuda setelah turun kesawah, sorenya bisa olahraga bola, sehingga tubuh benar-benar sehat terhindar dari narkoba,’’ harap Bupati.

 

Selanjutnya bupati didampingi Kadis Pertanian Rumusdar, Kadis Pekerjaan Umum M Arif dan sejumlah pejabat pertanian dari Pemprov Jambi menggelar dialog dengan para petani di lokasi sawah yang dipanen.

 

Pada dialog tersebut, bupati mengungkatkan sawah tadah hujan dengan hasil yang sangat bagus itu, kedepannya akan ditingkatkan dengan pembangunan irigasi, sehingga para petani tidak hanya mengandalkan air tadah hujan.

 

‘’Kita akan bangun bendungan Ulu Seling. Bendungan ini nanti akan mampu mengairi irigasi untuk lima desa di Kecamatan Tabir Ulu. Jika irigasi itu telah berfungsi, petani bisa tanam setahun tiga kali,’’ jelas Bupati.

Giat dan tren masyarakat turun ke sawah sekarang ini tegas bupati, perekonomian masyarakat akan kembali membaik pasca turunnya harga karet dan sawit. Bupati juga meluncurkan program Watanabe (Wanjib tanam cabe) di perkarangan rumah.

 

Gerakan turun ke sawah merupakan program handal yang mampu membangkitkan perekonomian masyarakat. Apalagi masyarakat juga digiatkan menanam cabe, sehingga akan membantu perekonomian rumah tangga.

 

‘’Kalau beras dan cabe tidak lagi membeli, tinggal mancing ikan disungai sudah aman keluarga. Anjloknya harga keret dan sawit tidak lagi berpengaruh kalau semua masyarakat turun ke sawah,’’ terang Bupati.

 

(teguh/humas)

Author

Related Articles

Back to Top