Harga Karet Kembali Anjlok

Ekonomi & Bisnis

images(1)

BANGKO– Beberapa waktu lalu, para petani karet mulai gembira dengan naiknya harga komoditi andalan masyarakat ini. Namun harga karet kembali anjlok ke harga Rp 5500 per Kg.

Seorang petani karet Syamsul (52) yang dikonfirmasi membenarkan kembali anjloknya harga karet tersebut,namun Syamsul mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa harga karet kembali anjlok.

“Iyo, hargo karet ini kembali turun, sekarang hargonyo Rp 550 ribu sepikul ( Rp 550 ribu per 100 Kg), sayo kurang tahu jugo kenapo turun lagi,” ungkap Syamsul.

Disebutkannya pada awal Mei lalu, harga karet sempat melonjak ke harga Rp 9 ribu per Kg, dan terus naik hingga ke Rp 10 ribu per Kg, namun memasuki awal Juni harga karet mulai turun hingga ke harga Rp 5500 per Kg.

“Kalau Bulai Mei lalu, kito agak senang jugo, hargo karet sudah ado yang Rp 10 ribu per Kg, tapi semenjak akhir-akhir Mei, sampailah awal Puaso ni, langsung turun,” katanya.

Dengan kembali anjloknya harga karet, membuat ia bersama para petani karet lain hanya bisa pasrah dan berharap Pemerintah bisa segera mengambil solusi.

“Yo, apo mau dikato lagi, sekarang ni pasrah baelah, dan berharap Pemerintah kito ni biso mencari solusi, kareno kan sekarang puaso, otomatis kebutuhan kito semakin meningkat, tapi apolah dayo kito macam ini kondisinyo,” ujarnya.

Hal senada pun disampaikan petani karet lainnya yakni Tarmizi. Ia menyebutkan anjloknya harga karet ternyata tidak diimbangi dengan harga kebutuhan pasar yang melonjak, sehingga para petani karet semakin susah untuk melewati kondisi tersebut.

“Kalau hargo kebutuhan di Pasar tu turun lemaklah, tapi sekarang ni tau deweklah, segalo hargo naik, jadi kami kini ko semakin payah be, jadi harapan kami ni, Pemerintah tu carilah solusi untuk kami, jangan biarkan kami hidup merana macam ini,” ungkap Tarmizi.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top