Harga Getah Karet Rp 3.000 Per Kilogram, Ini Kata Disbunhut

Ekonomi & Bisnis
karet 
MERANGIN – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Merangin mengaku prihatin dengan rendahnya harga getah karet dikalangan petani. Saat ini, harga getah karet hanya berkisar Rp 3.300 hingga Rp 3.400 per kilogram.
 
Kepala Bidang Produksi Perkebunan, Budi menyebutkan bahwa harga karet saat ini berada pada titik terendah. Menurutnya, jatuhnya harga komoditi getah karet lebih dikarenakan persaingan regional antar negara penghasil getah karet di ASEAN.
 
“Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Karet adalah komoditi dunia. Harganya pun tergantung permintaan dan penilaian pasar dunia,” ujar Budi.
 
“Harga getah karet saat ini jauh dari kata stabil. Setidaknya, per kilogram harga getah karet itu berkisar Rp 10 ribu. Jelas sangat memprihatinkan, kami didaerah tidak bisa berbuat banyak. Ini tergantung dari pemerintah pusat,” tambahnya.
 
Kata Budi, salah satu penyebab utama jatuhnya harga karet adalah rendahnya kualitas getah yang dihasilkan dari kebun di Indonesia.
 
“Kualitas getah kita  masih jauh jika dibandingkan dengan Malaysia, Thailand dan Vietnam. Katanya, getah karet dari petani kita itu banyak tatal dan kandungan airnya juga tinggi. Itulah salah satu penyebab mengapa harga getah anjlok dan sulit naik. Dulu kita berada diurutan teratas, tapi sekarang berada diurutan ke empat di ASEAN,” jelasnya.
 
 
Seputarmerangin: Zakhrowi

Author

Related Articles

Back to Top