Gelapkan BPKB Mobil, Anggota DPRD Merangin Dilaporkan Kepolisi

Gelapkan BPKB Mobil, Anggota DPRD Merangin Dilaporkan Kepolisi

Hukum & Kriminal

 

BANGKO – Sepertinya sepak terjang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin, dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Mustakim akan berakhir dimata hukum.

Pasalnya, oknum anggota dewan yang diduga hobi menipu tersebut, Selasa(2/8), kemaren sekitar pukul 14.00 WIB, resmi dilaporkan Sekretaris partainya sendiri bernama Edi Suratno (52), karena dianggap telah penggelap BPKB mobil.

Dilaporkannya Mustakim ini, berawal kedatangannya kerumah Edi, dalam bincang pertemuannya Edi menceritakan bahwa mobilnya telah mati pajak selama empat tahun. Mendengar itu, tibalah akal licik Mustakim dan menawarkan bantuan untuk mengurus pajak mobil itu.

Tak menaruh curiga, Edi memberikan BPKB dan STNK asli serta Fotocofy KTP sebagai syarat administrasi untuk mengidupkan pajak. Jelang satu bulan Mustakim berhasil mengembalikan STNK dan flat nomor Edi tetapi tanpa BPKB.

Edi mencoba bertanya, ke Mustakim tentang keberadaan BPKB tersebut, namun Mustakim menjawab bahwa BPKB itu tertinggal dirumah. Tepatnya, april 2016 tiba-tiba petugas lesing dari PT. Adira Fainace mendatangi rumah Edi untuk menarik mobil itu.

Sontak Edi, yang tidak tau apa-apa merasa kaget. Lalu dia bertanya ke pihak lesing atas dasar apa menarik mobil ini. Salah satu petugas mejawab bahwa BPKB mobilnya telah dilesingkan dan Mustakim hingga nunggak.

Merasa dirugikan, Edi akhirnya melaporkan penggelapan yang dilakukan Mustakim ke aparat.

Kapolres Merangin, AKBP Munggaran Kartayuga melalui Kasat Reskrim IPTU Fahrur Rozi membenarkan laporan Sekretaris Partai Nasdem tersebut. Saat ini kasusnya dalam pengembangan.

” Ya, ada pelapor atas nama Edi Suratno, warga Pasar Atas Bangko. Dia melaporkan anggota DPRD bernama Mustakim dalam kasus penggelapan BPKB mobil, saat ini kasus itu dalam pengembangan,” ungkap Kasat.

Kasat mengatakan, korban merasa dibohongi oleh pelaku, karena BPKB milik korban dilesingkan tanpa meminta izin dari korban. Akibatnya, korban merasa dirugikan sebesar Rp 120.000.000 juta.

” Korban tak terima karena pelaku sudah dibohongi, hingga korban merasa dirugikan ratusan juta rupiah,” tambah Kasat.

Dalam hal ini kata Kasat, dalam waktu dekat ini pihaknya tinggal membuat surat memanggilan terhadap pelaku guna menindak lanjuti dalam mengembangkang kasus ini.

” Secepatnya kita surati pelaku, guna menindak lanjuti laporan dugaan penggelapn yang menimpa korban ini,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan Mustakim sendiri belum bisa dikomfirmasi. Soalnya, disaat media ini mengubunginya melalui via Hp pribadinya sedang tidak aktif.

 

(Agh)

Author

Related Articles

Back to Top