Bermodal Kardus Bekas, Cahyo Berhasil Tangkarkan Burung Murai Batu

Merangin-Keberadaan burung Murai Batu dialam bebas saat ini sangatlah langka. Bahkan keberadaan burung yang memiliki kicauan yang sangat indah hingga saat ini terus diburu oleh para pecinta burung berkicau.

Cahyo Nofriyanto (35) anggota Polres Merangin ini ternyata memiliki pemikiran dan ide yang cemerlang, dimana disaat para kicau mania ini kesusahan mencari bibit burung Murai Batu yang keberadaannya sudah langka, tahun 2018 lalu ia mulai mencoba membuat penangkaran.

Kegagalan demi kegagalan dialami saat pertama kali dirinya mulai membuat penangkaran burung Murai Batu ini, namun dengan kesabaran dan terus belajar secara otodidak akhirnya Cahyo Nofriyanto pun berhasil menangkarkan burung Murai Batu yang terbilang langka ini.

Berbagai jenis  murai batu yang ditangkarkan mulai dari jenis Aceh,  Bahorok,  Padang sidempuan,  batang  asai Sarolangun,  Nias, sungai arai/landur Bangko. Saat ini dirinya sudah memiliki setidaknya dua belas pasang penangkaran burung Murai Batu.

“Kuncinya jangan tidak mau mencoba dan belajar, selain itu juga sabar. Sebab tanpa kita mencoba kita tidak bakal tahu akan hasil yang kita dapat. Saat pertama kali pun saya tidak percaya bisa seperti ini, namun karena saya terus mencoba akhirnya saya bisa menangkarkan burung Murai Batu ini”terang Cahyo saat ditemui dilokasi penangkarannya.

Tujuan utama ia membuat penangkaran ini selain hobby, juga dirinya ingin burung yang sudah mulai punah ini bisa mudah kembali ditemukan.

“Awalnya ini dari hobby memelihara burung, saya saat itu membeli burung Murai Batu yang harganya tidak murah, ya karena mahal itu memang keberadaannya susah ditemukan lagi dialam bebas. Lalu saya berupaya membuat penangkaran sendiri, bahkan anakan Murai Batu yang habis dipanen harus dimasukan ke incubator, saya coba membuatnya dengan kardus bekas, alhamdulillah berdaya guna”jelas Cahyo lagi.

Dalam satu bulan, menurut Cahyo penangkarannya ini bisa menghasilkan antara 25 hingga 30 anakan burung Murai Batu.

“Ya, kalau soal omzet dalam satu bulan saat ini lumayanlah, untuk usia 40 hingga 50 hari anakan murai batu saya bisa laku Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Harga ini bervariasi karena disesuai dari indukannya, dan dipenangkaran kami ini semua indukan adalah pemenang lomba burung berkicau jadi tidak perlu diragukan untuk kualitas anakannya”bebernya.

Perlu kesabaran dan ketekunan, itulah yang membuat pria berpangkat Brigadir Kepala yang berdinas di Polsek Lembah Masurai ini.

“Yang jelas ini kerjaan sampingan saya mas, sebagai anggota Polri saya tetap pelayan masyarakat dan tetap sebagai pengayom masyarakat”pungkasnya. (Abi)

Updated: 16 Februari 2019 — 21:26