Dua tahun Tanpa kejelasan Hukum,Keluarga Ini Adukan Ke Kapolri dan Kompolnas
Komentar Dinonaktifkan pada Dua tahun Tanpa kejelasan Hukum,Keluarga Ini Adukan Ke Kapolri dan Kompolnas

Dua tahun Tanpa kejelasan Hukum,Keluarga Ini Adukan Ke Kapolri dan Kompolnas

Utama
Korban saat menjalani penanganan medis

Kerinci – Dua tahun sudah Rohati keluarga korban penganiayaan berat, Menunggu kepastian kasus hukumnya jelas ternyata berujung pahit,Betapa tidak kasus penganiyaan yang terjadi di kabupaten kerinci pada tahun 2019 lalu,Dimana menantu korban yang bernama Ade Rizki di aniaya oleh oknum anggota polres kerinci berinisial AH,Dengan menggunakan senjata tajam,Dan mengakibatkan kepala korban mengalami luka parah dan harus di rawat di salh satu rumah sakit di propinsi Sumbar.

Betapa mirisnya saat kasusnya bergulir dan di tangani penyidik polres kerinci,Ternyata tersangka AH menderita ganguan jiwa berat (skizofernia paranoid),Dan kasusnya menjadi mandeg.

Namun berbeda saat tersangka AH kembali tersandung kasus penyalahgunaan narkoba dan di tangani Polda Jambi,Ternyata sehat dan normal saja dan terbukti kasusnya bisa sampai meja hijau dan mendapatkan vonis tujuh tahun penjara,Namun tersangka AH mengajukan banding tetapi kandas,Hasil putusan bandingnya malah naik menjadi delapan tahun.

Melihat kejadian dan nasib kasus yang di adukan keluarga korban,Mematik kecurigaan terhadap proses hukum yang di jalankan polres kerinci,Dan keluarga kembali berupaya menanyakan kejelasan kasusnya, Barulah polres kerinci mengirimkan pemberitahuan perkembangan kasus yang di laporkan korban,setelah dua tahun tidak ada kejelasan.

” Jujur saja saya bingung dengan nasib kasus yang di laporkan ke polres kerinci,Pada saat kasus penganiyaan tersangkanya menderita ganguan jiwa, Tetapi pada saat terjerat kasus narkoba kok bisa di hukum,ini kan aneh bagi kami”ungkap Ade salah satu keluarga korban kepada media ini,(31/10).

Melihat kasusnya seperti tidak di tangani secara serius,Pihaknya akan mendatangi komisi polisi nasional (kompolnas),Dan juga akan menyurati Kapolri.

” Saya ini masyarakat yang butuh kejelasan hukum,Bagaimana jika keluarga saya sampai meninggal dan tersangka di anggap gila,Tapi ternyata pada saat terjerat kasus lain tersangkanya waras,kepada siapa kami harus melaporkan jika laporan kami tidak ada hasilnya,apakah harus hukum rimba yang di berlakukan,Dan kami akan mendatangi kompolnas dan mengadukan ke Kapolri agar tidak ada lagi kejadian seperti laporan keluarga kami yang tidak jelas status hukumnya”ujarnya lagi.

Sementara itu Kapolres Kerinci AKBP Agung Wahyu Nugroho,Saat di konfirmasi melalui WhatsApp,Mengatakan bahwa kasusnya sudah tahap dua dan limpahan ke kejaksaan negeri kerinci.

” Kasusnya sudah tahap dua dan di limpahkan ke kejaksaan”ucapnya melalui pesan WhatsApp pribadinya.

Penulis : Bule

Author

Related Articles

Back to Top