Dua Siswa Miskin Tak Dapat Bantuan

Utama

Screenshot_2016-05-27-17-27-39

Sarolangun– Dua siswa SDN 163/VII bukit suban I, Nuraeni eka saputri (11), ahmad irfan maulana (8), selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan operasional sekolah (Bos) dan juga bantuan siswa miskin ( BSM).

Padahal keduanya berasal dari keluarga tidak mampu,bahkan rumah orang tuanya yang selama ini di huni baru mendapatkan bedah rumah Dari Satgas TMMD ke 96.

selama ini orang tua kedua siswa tersebut Sartono, pernah mendatangi sekolah dan menanyakan ada tidaknya bantuan sekolah untuk anaknya.

” saya pernah mendatangi sekolah dan menanyakan ke pihak sekolah sebab saya sangat tidak mampu untuk membiayai sekolah anak saya, sebab saya selama ini juga mendapatkan taskin dari pemerintah. ” kata Sartono.

Namun jawaban sekolah membuat dirinya tidak puas, sebab selama ini banyak siswa yang orang tuanya mampu malah mendapat BSM dan juga BOS.

” saya melihat banyak keluarga mampu yang dapatkan bantuan sekolah, dan saya yang tidak mampu malah tidak dapat bantuan sekolah,” keluhnya.

dan selama ini dirinya hanya  bekerja serabutan,untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan juga biaya sekolah anaknya.

“Selama ini saya hanya bekerja serabutan, dan hanya cukup untuk membiayai kebutuhan makan sehari hari, dan jika keluarga sakit saya mengunakan kartu miskin,” katanya.

Sementara itu kepsek SDN 163/VII  suprianto,saat di konfirmasi melalui nomor ponselnya mengatakan bahwa pihaknya, hanya mengajukan BSM dan juga dana BOS, berdasarkan kartu taskin.

” kalau untuk bantuan  BSM dan  BOS berdasarkan kartu raskin,” jelasnya.

Namun saat di singgung dua siswa  miskin, yang tidak dapat dirinya terkesan menghindar.

” kalau itu saya tidak tau, dan belum saya croscHek, seingat saya ada yang pernah dapat, dan ini sifatnya pemerataan,” tukasnya.

Terpisah Lukman kadisdik sarolangun, yang di hubungi via nomor ponselnya bernada aktif tapi tidak di angkat, saat di dikirimi pesan pendek, hingga berita ini di tulis belum ada jawaban.

( dar)

Author

Related Articles

Back to Top