Dua Pelajar Terjerat Kasus Upal, Ikuti Ujian di Polres Merangin

Hukum & Kriminal

IMG_20160524_162525

BANGKO– Meski sudah menjadi tersangka dalam kasus pembuatan dan pengedar uang palsu, dua pelajar yang masih duduk di bangku sekolah menegah kejuruan (SMK)  yang ada di kabupaten merangin, masih tetap menjalani ujian kenaikan kelas.

DM (16) dan AV (16) warga kecamatan tabir lintas yang masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan no 11 ini terpakasa melaksanakan ujian kenaikan kelasnya di ruang penyidik Sat Reskrim Polres Merangin.

Pasalnya dua pelajar ini, sudah menjadi tersangka kasus pembuatan uang palsu yang baru – baru ini di ungkap aparat kepolsian.

Dengan menggunakan pakaian bebas dan di dampingi penyidik polres, kedua pelajar ini tampak serius melaksanakan ujian. Untuk menghemat waktu, ujian di lakukan selama satu hari dengan seluruh mata ujian yang di ujiankan.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Melalui Kasat reskrim IPTU fahrurozi membenarkan jika dua pelajar terkait kasus upal mengikuti ujian kenaikan kelas di polres merangin.

“Ya tadi, kita mengizinkan dua pelajar yang terkena kasus upal ikut ujian, namun ujiannya kita persingkat menjadi satu hari, hal ini untuk mengingat jika berkas perkara pelaku sudah bisa di limpahkan ke kejasaan,” ungka IPTU Fahrurozi, Selasa (24/5).

Fahrurozi juga mengatakan jika untuk pelaku lainnya dalam kasus upal sudah kita tetapkan daftar pencarian orang (DPO).

“berkas dua tersangka sudah rampung atau P21,namun untuk tersangka lainya juga sudah kita tetapkan DPOnya,” tutup IPTU Fahrurozi. (Agh).

Author

Related Articles

Back to Top