Dinkes Disebut Terima Suap Terkait Penerimaan TKD

Hukum & Kriminal
suap-312f1f1whyk7rkyml77ksq
 
BANGKO – Isu penerimaan suap terhadap penerimaan tenaga honorer, lagi-lagi bermunculan di tubuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kali ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Merangin disebut-sebut menerima suap dari calon Tenaga Kontrak Daerah (TKD) Kesehatan.  Informasi yang didapat, banderol harga untuk menjadi TKD kesehatan yang ditempati diseluruh Puskesmas mulai dari Rp 10 – 25 Juta.
“Awalnya saya ditawari bayar Rp 25 Juta, saya pikir mending saya tidak jadi ikut saja, tapi setelah itu saya ditawari lagi Rp 15 Juta Alhamdulillah akhirnya saya lulus,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak disebutkan.
Sayangnya sumber tersebut menolak membeberkan oknum yang meminta bayaran tersebut. “Maaf, itu kesepakatan kami, saya tidak bisa memberitahu,” singkatnya. Narasumber lain yang dikonfirmasi menyebutkan kalau ada beberapa petinggi Dinkes Merangin cukup aktif bermain dalam penerimaan TKD kesehatan ini. Petinggi tersebut diantaranya Sekretaris Dinkes Abdai dan Kabid Penanganan Penyakit Menular (P2M) Zamroni.
“Saya dan teman saya diminta masing masing Rp 10 Juta, orang yang minta itu ngakunya disuruh pak Sekdin dan pak Kabid. Saya tidak bayar karena memang tidak ada uang, kalau teman saya bayar, dia lulus,” ungkap narasumber.
Tidak hanya itu, narasumber juga menyebutkan banyak sekali TKD kesehatan yang lulus tidak sesuai dengan kebutuhan. Dimana jika dalam pengajuannya ada enam orang, namun yang lulus melebihi dari yang diajukan tersebut. “Wajar saja, karena yang sanggup bayar kan banyak,” kata narasumber.
Menanggapi hal ini, Kabid P2M Zamroni yang dikonfirmasi membantah dengan tegas hal tersebut. Bahkan Zamroni menantang orang yang menyebutkan kalau dia menerima suap. “Mana ada saya terima suap, kalau benar memang ada, silahkan dibuktikan,” ungkap Zamroni.
Bahkan Zamroni mengatakan, kalau penerimaan TKD sama sekali tidak ada hubungannya dengan dia, karena ia merupakan Kabid P2M.    “Mana ada wewenang saya untuk itu, saya ini kalau mengenai penyakit menular, seperti DBD, virus mers, ya ada hubungan dengan saya,” katanya.
Sementara itu, terpisah Sekretaris Dinkes Merangin, Abdai yang dikonfirmasi wartawan beberapa waktu lalu membantah hal tersebut. Dirinya mengakui bahwa ia juga sudah mendengar bahwa namanya dicatut dalam persoalan ini. Namun menurutnya hal itu hanya perbuatan tak bertanggungjawab yang dilakukan oleh oknum tertentu, untuk mendapatkan keuntungan.
“Saya juga sudah mendengar adanya isu itu, tapi itu tidak benar. Apalagi ada yang bawa-bawa nama saya, itu hanya oknum yang tidak bertanggungjawab,” tanggapnya.
Abdai mengatakan, selama proses perekrutan TKD yang belum lama ini diumumkan kelulusannya. Pihaknya bahkan terus mewanti-wanti kepada seluruh jajaran Dinkes agar tidak melakukan hal yang diluar ketentuan, seperti meminta uang pelicin. “Jelas tidak boleh itu, kita bahkan selalu memantau dilapangan, agar tidak ada oknum yang berbuat di luar ketentuan,” pungkasnya.
(agh)

Author

Related Articles

Back to Top