Di duga Tidak sesuai Spesipikasi,Pengadaan Meubeler di Pertayakan

Di duga Tidak sesuai Spesipikasi,Pengadaan Meubeler di Pertayakan

Utama
foto: Net Ilustrasi

foto: Net Ilustrasi

BANGKO- Desas desus pengadaan Meubeler Sekolah Dasar yang di anggarkan dinas Pendidikan Kabupaten Merangin Senilai Rp 3,7 Milyar, yang di menangkan oleh CV Risky Setia Jaya di duga tidak Sesuai Spesipikasi.

Peryataan tersebut, di sampaikan langsung oleh Ketua F-BPM Masroni,dirinya mengatakan jika Proyek yang begitu besar nilainya terkesan tidak memenuhi spesipikasi barang yang di kerjakan.

“saya menilai,proyek tersebut tidak sesuai dengan spesipikasinya,dimana kualitas kayunya sangat di ragukan”ungkap Masroni.

Masroni juga menambahkan jika dalam pengadaan tersebut Sebagai PPTK Adalah Kabid Dikdas Jamal.

“kok PPTK nya Pak Kabid,Seharusnya yang mejabat PPTK adalah Kasi Bukan Kabid,Apalagi Jamal yang dulu juga terindikasi Kasus Dana TIK yang akhirnya lolos dari jeratan Hukum”tutur Masroni.

Dirinya Selaku Masyarakat berharap agar pengadaan yang menelan dana yang cukup besar tersebut segera di usut pihak kepolisian.

“saya menduga kuat ada aroma korupsi dalam pengadaan Meubeler tersebut,dan saya meminta agar pihak kepolisian mengecek ke sekolah – sekolah Dasar yang telah disalurkan pengadaan meubeler tersebut”tutup Masroni.

Terpisah Kabid Dikdas Jamal saat di konfirmasi awak media terkait tudingan masroni yang mengatakan jika Pengadaan meubeler di duga tidak sesuia spesipikasi,dirinya mengatakan itu hak dia mengatakan.

“yang jelas sesuai tidak sesui spek itu tim pemeriksa barang yang menilai,bukan dirinya,dan juga bukan saya”ungkap jamal,kamis(29/9).

Jamal juga mengatakan terkait dirinya menjadi PPTK dalam pekerjaan tersbut,juga mengatakan jika dirinya sudah mengajukan surat pengunduran diri dari PPTK namun belum di setujui oleh Kadis.

“kemarin saya sudah mengajuka surat pengunduran saya sebagai PPTK,namun pak kadis belum menyetujui,ya kini saya masih menjadi PPTK”urai Jamal.

Seterunya jamal juga mengatakan, jika sebagian meubeler sudah di salurkan ke sekolah – sekolah dan sebagian lagi memang belum.

“sudah ada sebagian meubeler yang kita salurkan ke SMP dan SD,hingga kini belum ada yang komplen”tutup Jamal.(agh)

Author

Related Articles

Back to Top