Cari Keadilan, Azwan Jalan Kaki Keliling Indonesia

Utama

Jpeg

Jambi- Miris, itulah kata yang tepat ketika melihat sosok Indra Azwan(57), pria separuh baya asal Malang, Jawa Timur saat mampir di halaman Kantor Gubernur Jambi. Demi melihat sistem keadilan hukum di tanah air, aktivis senior ini rela menapaki aksinya dengan berjalan kaki keliling indonesia.

Hal ini dilatar belakangi lantaran pengalaman pahit yang di alami keluarganya beberapa tahun silam lalu. Pasalnya tepat pada tahun 1993 lalu, salah satu putranya dari empat bersaudara diduga menjadi korban pembunuhan oleh oknum polisi, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan secara hukum.

“Menurut penilaian saya hukum di Indonesia ini Tumpul keatas tajam kebawah. Anak saya di bunuh oleh oknum polisi, tapi hingga kini belum ada kejelasan secara hukum,” ungkap Indra saat konfirmasi sejumlah awak media.

Ditambahkannya bahwa aksi jalan kaki ini telah dilakukannya semenjak 9 Februari 2016 lalu, yang dimulai starnya dari Provinsi Aceh dan rencananya akan finish di Provinsi Bali. Menariknya dalam perjalannya disetiap Provinsi, selalu disinggahinya hanya untuk meminta tanda tangan kepada Gubernur sebagai tanda daerah yang telah dilintasinya.

Aksi ini sendiri juga membawa beberapa point tuntutan yang akan disampaikanya kepada Presiden Republik Indonesia, Jokowidodo.

“Yang bisa menghentikan saya hanya satu, yaitu di panggil Presiden, ada beberapa point yang akan saya sampaikan, salah satunya pak Jokowi harus meminta maaf terhadap masyarakat aceh, meminta keadilan terkait musibah yang dialami keluarganya,” tegasnya.

Sementara, aktivis yang sehari-hari berkerja diusaha warung pecel lele dan kopi serta ber-background sebagai pendaki gunung ini saat dikonfirmasi terkait dari penjelasan tuntutan lainnya, dirinya enggan menyebutkannya.

“Kalau beberapa tuntutan lainya, ya jangan dipublis dulu, ini biar saya sendiri yang sampaikan kepada pak jokowi nanti,” tuturnya.

Terakhir, Dirinya mengaku untuk biaya dan bekal sehari- harinya diperjalanan ditanggung sendiri olehnya. Sedangkan untuk tidur sebagai tempat menginap dia hanya tidur di setiap SPBU pertamina.

“Kalau tidur saya di hotel kuda bintang yang sekarang tiga warna, yaitu SPBU,” tutupnya dengan senda gurau.

 

(Apo)

 

Author

Related Articles

Back to Top