Bupati Pastikan Pilkades Serentak Lancar

Pemerintahan

Bupati Merangin H Al Haris pimpin rapat persiapan Pilkades   di Aula Kantor Bupati Merangin. copy

Bangko-Bupati Merangin H Al Haris memastikan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada 30 April nanti, akan berlangsung lancar. Hal ini setelah bupati kemarin (7/4), menampung masukan tentang persiapan Pilades dari para camat.

Pada rapat persiapan Pilkades yang berlangung di Aula Kantor Bupati Merangin tersebut, bupati minta kepada para camat secara bergiliran menyampaikan persiapan pelaksanaan Pilkades di wilayah kerjanya.

‘’Dari berbagai informasi yang saya serap dari para camat, saya yakin pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Merangin akan berlangsung lancar, sesuai dengan yang ditargetkan,’’ ujar Bupati.

Namun demikian, beberapa camat juga ada yang mengeluh terkait hajatan akbar Pilkades serentak tersebut. Camat Tabir Ulu Yazik misalnya, mengeluhkan banyaknya jumlah calon untuk satu desa.

‘’Di Desa Muara Jernih jumlah calon kades yang mendaftarkan diri mencapai 12 orang. Semua calon memenuhi syarat, sehingga kami agak repot dalam membuat surat suaranya,’’ujar Yazik.

Dijelaskan bupati, memang tidak dibatasi jumlah calon kades yang mendaftar, apalagi semua juga telah memenuhi pesyaratan. Ini artinya semua calon fotonya dicetak dalam surat suara. Biar masyarakat yang memilih kadesnya,’’ terang Bupati.

Rudi sekcam Renah Pembarap mengungkapkan, dari 12 desa yang ada di kecamatannya, sebanyak 10 desa mengikuti Pilkades serentak. Namun jumlah calon di setiap desanya tidak lebih dari tujuh orang.

‘’Ada tiga desa di kecamatan kami yang sangat rawan, Desa Talang Segegah, Desa Muaropanco Timur dan Desa Air Batu. Untuk itu kami memerlukan pengamanan ekstra untuk tiga desa tersebut,’’ ujar Rudi.

Terkait pengamanan Pilkades serentak itu, bupati mengintruksikan camat untuk mengaktifkan Hansip Desa. Bantuan keamanan Pilkades serentak nanti juga akan diturunkan dari Polres Merangin.

Akmal Zen camat Tabir menanyakan, ada desa yang tidak mampu hanya dilayani satu tempat pemilihan suara (TPS), sehingga harus menambah satu TPS lagi. ‘’Ada desa yang sangat luas, jarak tempunya jauh sekali sehingga butuh dua TPS,’’ ujarnya.

Mengingat desa itu dibelah dua wilayah yang jaraknya cukup jauh dan jalannya sangat buruk, bupati mengizinkan Pilkades di desa itu dilakukan di dua TPS. Hal ini dilakukan agar TPS yang ada, semakin dekat dengan domisili masyarakat.

Bagaimana dengan kotak suara dan bilih pemilih? Bupati mengintruksikan para camat membuat surat peminjaman kotak suara dan bilik pemilih ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Merangin.

 

(teguh/humas)

 

Author

Related Articles

Back to Top