Bawa Sabu – sabu Kedalam lLpas, Serang Napi Dibekuk Polisi

Bawa Sabu – sabu Kedalam lLpas, Serang Napi Dibekuk Polisi

Hukum & Kriminal

BANGKO– Sungguh naas nasib yang dialami, Adi Saprianto (35) , seorang Narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bangko. Pasalnya Ia (Adi :red), harus kembali berurusan dengan aparat Kepolisian, setelah tertangkap tangan menyimpan narkotika jenis Sabu, sekitar pukul 16.30 Sabtu kemarin (13/8).

Informasi yang didapat, penangkapan terhadap warga Desa Meranti Kecamatan Renah Pamenng tersebut,  terjadi di Masjid Al Hikmah yang berada tepat di samping Lapas Bangko. Dimana dari tangan pelaku, aparat berhasil mengamankan barang bukti Sabu seberat 0,77 gram.

Penangkapan ini bermula ketika, aparat mendapat informasi kalau ada transaksi narkotika di samping Lapas Bangko. Informasi ini lantas dikembangkan dengan mendatangi lokasi kejadian. Tak beberapa lama melakukan pengintaian, tibalah pelaku yang keluar dari Lapas untuk mengambil barang haram tersebut.

Aparat yang melihat kejadian ini, langsung mengamankan pelaku, dan melakukan penggeledahan. Aparat berhasil menemukan barang bukti, di tangan kanan pelaku, dimana barang bukti tersebut dibalut menggunakan kunyit. Pelaku yang tak bisa lagi mengelak, langsung digelandang ke Mapolres Merangin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan tersebut, dan mengatakan kalau pihaknya masih melakukan pengembangan.

“Benar, malam tadi (kemarin) kami melakukan penangkapan, tetapi sekarang kami masih melakukan pengembangan,” ungkap Munggaran.

Disebutkan Munggaran, akibat kejadian tersebut pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

“Sementara ini, pelakunya masih kita periksa, dan jika nanti memang terbukti, kita akan jerat dia dengan Undang-Undang penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kepala Lapas Klass II B Bangko, Zunaidi, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau pelaku merupakan warga binaannya.

“Dia (Adi :red) itu memang betul warga binaan kita, Dia tersangkut kasus pencabulan, tetapi Saya lupa berapa lama Dia dihukum, karena Saya baru disini,” ungkap Zunaidi.

Disebutkan Zunaidi, saat penangkapan, Ia membantah kalau pelaku keluar dari Lapas. Karena saat itu, Zunaidi sedang melakukan tugas kebersihan di luar Lapas.

“Dia itu sedang tugas kebersihan di luar tapi bukan bebas berkeliaran,” ujarnya.

Dan terakhir, Zunaidi menyebutkan kalau pelaku sedang menjalani tugas lain, bukan Napi yang hampir bebas atau menjalani masa asimilasi.

“Asimilasi belum. Masih cukup lama juga (masa hukumannya). Tapi yang jelas dia akan saya tarik. Pasti akan jadi evaluasi penting bagi kami. Termasuk soal itu (jaringan narkoba dalam LP). Kita evaluasi,” pungkasnya.

 

(agh)

Author

Related Articles

Back to Top