Antisipasi Karhutla Merangin Dibagi Empat Zona

Utama

Z(2)

BANGKO-Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setiap tahun menjadi momok bagi masyarakat Provinsi Jambi. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Merangin, bersama Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan rapat penanganan Karhutla, di Polres Merangin Senin (7/3).

Rapat tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Merangin Drs H Khafied Moein, dan dihadiri oleh Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga, Dandim 0420 Sarko Letkol Inf Budiawan Basuki, Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, diputuskanlah penanganan Karhutla dibagi empat zona, diantaranya Zona 1 yang meliputi Kecamatan Bangko, Bangko Barat, Nalo Tantan, dan seluruh Kecamatan Pamenang. Kemudian Zona 2 meliputi, Kecamatan Tiang Pumpung, Muara Siau, Lembah Masurai,Jangkat dan Jangkat Timur.

Zona 3, meliputi seluruh Kecamatan Tabir, dan untuk Zona 4 terdiri dari Kecamatan Batang Masumai, Renah Pembarap,Sungai Manau dan Pangkalan Jambu. Di setiap Zona ini nantinya didirikan Pos yang mempunyai peranan masing-masing.

Selain menetapkan pembagian wilayah Zona, rapat tersebut juga memutuskan pembagian tugas, dimana Disbunhut merupakan SKPD yang paling berperan untuk pencegahan Karhutla, kemudian untuk BPBD, Polres Merangin dan Kodim 0420 Sarko berperan untuk penanganan ketika Karhutla terjadi.

Wakil Bupati Merangin yang dikonfirmasi mengatakan, kalau rapat tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden RI untuk penanganan Karhutla yang setiap tahun terjadi, ketika musim kemarau. Bahkan dalam waktu dekat, BPBD, Kodim 0420 Sarko dan Polres Merangin akan mengikuti rapat lanjutan secara langsung di Korem 042 Gapu.

“Ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden, dan mungkin dalam waktu dekat Kapolres, Dandim dan BPBD akan mengikuti rapat di Korem, membahas penanganan Karhutla,” ungkap Wabup.

Disamping itu, Wabup mengatakan, tahun ini Pemkab bersama Forkopimda akan siaga mempersiapkan peralatan untuk pemadaman kebakaran, seperti mobil tangki, dan pemadam mini yang baru-baru ini dimiliki Polres Merangin.

“Peralatannya juga harus disiapkan, seperti Polres Merangin sekarang ini kan memiliki pemadam mini, yang seperti semprot racun,” ujarnya.

Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Merangin, karena jika tidak dicegah oleh masyarakat secara langsung, maka bisa menimbulkan efek buruk.

“Kita sudah sama-sama merasakan, bagaimana dampak dari kabut asap, jadi dari sekarang inilah kita mulai melakukan pencegahan, bagi yang berani melanggar, akan dikenakan tindakan pidana,” pungkasnya.

Seputarmerangin: yon

Author

Related Articles

Back to Top