Aneh, Akta 44 YPM Berubah Jadi Akta 749

Pendidikan

stkip

MERANGIN – Kisruh soal dasar hukum yang memayungi Yayasan Pendidikan Merangin (YPM) yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP), kembali mencuat.

Pasalnya mahasiswa yang telah di Drop Out (DO) dari kampus terbesar di Kabupaten Merangin tersebut menemukan Akta nomor 44 tahun 2010 yang selama ini menjadi payung hukum YPM tiba-tiba telah dirubah.

Informasi yang dihimpun perubahan tersebut tertuang dalam Akta nomor 749 tahun 2015. Pada akta tersebut tertera jabatan Ketua Yayasan telah berpindah tangan, dari H Irdham ke Muhammad Nasir.

Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi Mahasiswa mengingat selama ini pengurus YPM bersikukuh mempertahankan Akta nomor 44 yang diklaim sah menaungi STKIP.

Perwakilan Mahasiswa Joni Sastra  menyebutkan, kalau perjuangan ia bersama teman-temannya selama ini benar. Namun tidak pernah ditanggapi serius oleh pengurus Yayasan.

“Kami ini adalah korban, pengurus YPM sama dengan telah menjilat ludah sendiri, dulu masih bersikukuh untuk mempertahankan Akta nomor 44 yang menjadi pokok permasalahan kami. Tetapi kenapa sekarang dirubah ini ada apa berarti kan secara tidak langsung pengurus YPM mengakui kalau akta 44 itu bermasalah,” ungkap Joni.

Hal senada pun disampaikan mahasiswa lainnya, Defrizal Antoni. Mahasiswa yang telah di DO ini pun juga mempertanyakan konsistensi pengurus YPM. Karena telah merubah, kepengurusan akta tanpa mengakomodir tuntutan mereka.

“Selama ini kami mempertanyakan akta nomor 44, yang katanya sah menaungi STKIP, kalau memang sah ya pertahankanlah, ini kenapa harus dirubah, berarti yang kami tanyakan selama ini benar kan, kenapa kami yang malah di DO,” ungkap Defrizal.

Atas temuan tersebut, Mahasiswa pun sudah melayangkan surat audiensi ke STKIP YPM Bangko, mengenai perubahan Akta tersebut. Namun pihak STKIP langsung melakukan penolakan.

“Surat audiensi sudah kami layangkan atas temuan ini, tetapi pihak STKIP menolak permohonan kami,” ujarnya.

“Tapi kami tidak akan berhenti sampai disini, karena kami akan tetap memperjuangkan hak kami,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, H Irdham yang dikonfirmasi melalui via telephone kemarin (27/12) menyebutkan kalau perubahan akta yang dilakukan lantaran ada salah satu pengurus Yayasan yang meninggal dunia.

“Iya, memang sudah berubah. Tetapi perubahan ini karena ada salah satu pengurus yang meninggal dunia,” ungkap Irdham.

Disinggung mengenai jabatan Ketua Yayasan Pendidikan Merangin (YPM) yang sudah berpindah tangan? Irdham enggan berkomentar lebih jauh dan hanya mengatakan kalau Ia tidak mengetahui secara persis hal tersebut.

“Kalau untuk itu, saya kurang tahu, tetapi saya masih di Yayasan kok,” pungkasnya.

Seputarmerangin: Ika

Author

Related Articles

Back to Top