Aktivitas PETI di Kampung 8-9 Tabir Lintas Melenggang Bebas Tanpa Hambatan

Merangin – Sejumlah sungai dan lahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Merangin Provinsi Jambi saat ini sedang berada dalam ancaman yang serius. Aksi penambangan emas liar sudah sangat mengkhawatirkan. Penambang mengeruk aliran sungai dan badan sungai secara membabibuta, untuk kekayaan pribadi.

Pantauan media ini Minggu (25/1/21) terlihat fakta jika di lahan perkebunan karet tepatnya di perbatasan Kampung 9 dan Kampung 8, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin masih terdapat aktivitas penambangan emas tanpa izin yang melenggang bebas.

Terkait dengan rusaknya ekosistem dan lingkungan sekitar tersebut dikeluhkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat yakni ‘AS’.

Kepada media ini AS mengatakan jika aktivitas PETI di perbatasan Kampung 8 dan Kampung 9  sudah membabi buta, karena sudah memakan bahu jalan penghubung antar desa.

“Saya sangat khawatir sekali terhadap rusaknya akibat PETI di perbatasan desa Kampung 8 dan Kampung 9 ini, karena sudah memakan bahu jalan, kalau dibiarkan lama-lama bisa putus akses jalan penghubung antar desa ini, saya minta kepada penegak hukum segera ambil tindakan dan menghentikan aktivitas PETI di area tersebut sebelum kerusakan lingkungan semakin parah,” ucap AS.

Sementara itu ketika media ini mencoba mencari tahu tentang pemilik beberapa alat Dompeng yang berada di area ini, dan mendapatkan informasi jika beberapa Set mesin Dompeng tersebut adalah milik salah satu warga Kampung 6 Desa Sumber Agung, Kecamatan Margo Tabir yang berinisial ‘P’, dan hal tersebut di benarkan oleh ‘P’ ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsAap.

“Iya ,kp 8_9  punya saya” jawabnya.

Sementara itu, terkait PETI, saat ini Polda Jambi terus melakukan upaya penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas illegal logging, drilling dan mining yang menjadi program prioritas Kapolda Jambi, Irjen Pol. A. Rachmad Wibowo.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya akan terus mensosialisasikan.

“Ya, kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak dari PETI, drilling dan logging yang bisa merusak lingkungan,” jelas Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, dukungan masyarakat sangat penting dalam upaya penertiban illegal mining, drilling dan logging ini.

“Kami imbau kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melaporkan bila melihat dan mendengar ada aktifitas illegal dan jangan main hakim sendiri, serahkan kepada pihak yang berwajib,” jelas Kabid Humas.

Laporan (ble)

Yoyo

Next Post

Untuk Kesekian Kalinya, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps Gagalkan Penyelundupan Ratusan Botol Minuman Keras

Ming Jan 24 , 2021
Sanggau, Kalbar – Untuk kesekian kalinya, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan botol minuman keras (Miras) berbagai merk di jalan tikus perbatasan Indonesia-Malaysia sektor Pos Segumun dan Pos Guna Banir, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Kamis (21/1/2021). Penggagalan penyelundupan Miras di jalur tikus perbatasan Indonesia-Malaysia terjadi pada Kamis […]