Akhirnya, Aktivitas Ram Loading Sungai Kapas Dihentikan

Utama
cakram loading c2
MERANGIN – Keberadaan dan aktivitas Ram Loading Kelapa Sawit di Desa Sungai Kapas Kecamatan Bangko akhirnya dihentikan. Keberadaan Ram Loading tersebut ditutup sementara selama pihak pengelola belum mengurus semua izin aktivitas tersebut.
 
Kebijakan tegas ini diambil setelah Ketua dan Wakil Ketua DPRD, bersama Komisi I DPRD Merangin, BPMP2T, Diskoperindag dan Satpol PP Merangin melakukan sidak. Ternyata, meski sudah diperingati sebelumnya, namun saat sidak Kamis (3/3) Ram Loading tersebut masih beraktivitas.
 
Hal ini tentunya membuat gerah Ketua dan Komisi I DPRD Merangin. Dengan tegas, sidak tersebut memutuskan Ram Loading ditutup sampai seluruh dokumen perizinan sudah dilengkapi pengelola. Hanya saja, pada kesempatan tersebut, pihak pengelola yakni Agus mengaku pihaknya sudah melakukan kepengurusan izin yang disampaikan sebelumnya.
 
Namun, himbauan agar tidak beraktivitas tidak digubris pemilik. Saat ini, DPRD Merangin bersama BPMP2T dan Diskoperindag  menyimpulkan agar menghentikan sementara aktivitas Ram Loading tersebut.
 
Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail didampingi Wakil Ketua Isnedi dan Ketua Komisi I DPRD Merangin Heri S Mohza menyebutkan, awalnya DPRD mendapatkan informasi adanya indikasi Ram Loading yang menyalahi aturan.
 
Ternyata setelah dilakukan pengecekan, aktivitas tersebut benar. Pihak pengelola hanya menunjukan izin perdagangan hasil bumi. Sementara aktivitas Ram Loading tersebut menggunakan timbangan kendaraan dengan skala besar.
 
“Kita minta pengelola sementara waktu menjelang perizinan diurus semua, aktivitas disini ditutup. Dan pihak pengelola juga sudah mengakui kesalahan mereka. Artinya kita tidak menghalangi masyarakat untuk berusaha, tapi ikutilah prosedur dan aturan di Merangin ini,” singkat politisi PDI Perjuangan ini.
 
Hal senada juga diutarakan oleh Kepala BPMP2T Merangin Makmur. Kata dia, dari hasil sidak tersebut, didapati bahwa memang benar adanya penyalahgunaan izin di Ram Loading di Desa Sungai Kapas. Pihaknya, menyebutkan jika izin yang dimiliki pengelola adalah izin perdagangan hasil bumi. Namun ternyata dilapangan lokasi ini dijadikan Ram Loading.
 
“Untuk itu izin mereka kita cabut dan minta pihak pengelola mengurus izin. Sebelum izin yang baru diterbitkan kita sepakat aktivitas disini dihentikan dulu,” kata Makmur.
 
Lantas bagaimana jika pihak pengelola masih beroperasi, “Berarti mereka tidak mengindahkan aturan, ya dampaknya izin mereka tidak akan terbit. Kalau tidak ada izin berarti ilegal,” pungkas Makmur.
 
Seputarmerangin: Nanang

Author

Related Articles

Back to Top