BNPB dan DPD RI Beri Bantuan Evakuasi

BNPB dan DPD RI Beri Bantuan Evakuasi

Pemerintahan

bupati-merangin-h-al-haris-terima-bantuan-dana-untuk-tanah-longsor-mengakibatkan-11-orang-pelaku-peti-tewas

BANGKO-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), memberikan bantuan dana evakuasi terhadap 11 orang korban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ‘Lubang  Jarum’ di Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap.

Bantuan sebesar Rp 200 juta itu, diterima Bupati Merangin H Al Haris dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi Arif Munandar di tempat terjadi perkara (TKP) ‘Lubang Jarum’ yang menelan korban.

‘’Alhamdulillah kita mendapatkan bantuan dana dari BNPB sebesar Rp 200 juta untuk operasional evakuasi korban. Bantuan ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin guna menemukan  jazat korban,’’ujar Bupati.

Selain itu, bantuan juga mengalir dari para anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) DPD RI, sebesar Rp 30  juta. Bantuan yang diserahkan M Syukur dan Hj Daryati Uteng itu, diperuntukan bagi keluarga korban.

‘’Kami mengucapakkan terima kasih kepada BNPB dan Adinda saya M  Syukur dan Ibunda saya Ibu Hj Daryati Uteng Suryadiyatna yang telah member bantuan dan turun ke TKP,’’ucap Bupati.

Ditegaskan bupati, Pemerintah Kabupaten Merangin bersama Polri, TNI dan Basarnas akan terus berusaha sekuat tenaga untuk menemukan jazat korban. Berbagai upaya telah dilakukan bagaimana mengeluarkan jazat korban dari ‘Lubang Jarum’ tersebut.

Namun karena lokasinya sangat sulit, dimana lubang tempat tambang tersebut kedalamannya mencapai 80 meter, berbelok-belok dan posisinya di bawah Sungai Batang Merangin yang airnya besar dan deras.

Parahnya lagi lubang yang kini dipenuhi air dan telah dikuras dengan 13 mesin pompa tak kunjung kering itu, semakin kedalam semakin sempit. Bupati dan tim evakuasi saat ini tengah memikirkan berbagai strategi lain.

‘’Jika dalam sepekan jazat korban tidak juga ditemukan, saya minta untuk menambah tiga  hari lagi untuk evakuasi tersebut.  Ini bentuk rasa kemanusian saya selaku pemimpin terhadap masyarakat saya,’’pinta Bupati.

Bupati sangat tidak ingin jazat warganya tertimbun di ‘Lubang Jarum’ itu. Makanya dengan kemampuan dan dana yang akan, jazat korban pelaku PETI itu mesti ditemukan.

Laporan : Teguh

Editor     : agh

 

 

 

Author

Related Articles

Back to Top