Baru Dikerjakan, Jembatan Talang Paruh Sudah Rusak

Utama

jembatan

MERANGIN – Dianggarkan Rp 150 juta pada tahun anggaran 2015, jembatan Desa Talang Paruh Kecamatan Masurai sudah mengalami kerusakan.

Pasalnya, salah satu bagian lantai dan lagur jembatan patah tebu. Diduga, kayu yang digunakan tidak sesuai spek.

Hal serupa juga terjadi pada plat injak jembatan. Lantai jembatan yang lebih tinggi dari badan jalan membuat warga menggunakan kayu sebagai pengganjal untuk bisa naik ke badan jembatan.

“Dari patahan balok terlihat jelas jika kayu yang digunakan bukanlah kayu kelas satu. Pihak kontraktor harus bertanggungjawab. Sebab, ini masih dalam masa pemeliharaan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Merangin, Herlambang.

Menariknya, Kepala Bidang Binamarga, Aspan menyebutkan bahwa pembangunan jembatan sudah sesuai dengan gambar. Hanya saja, ada kesalahan dalam pemasangan lagur jembatan.

“Balok yang digunakan ukuran 6×10 centimeter. Pelaksana proyek, menjadikan panjang 10 centimeter sebagai tinggi lagur. Makanya, tinggi jembatan melebihi badan jalan,” ujar Aspan.

“Nanti, kami akan menegur pihak pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan,” tambahnya.

Seputarmerangin: DZA

Author

Related Articles

Back to Top