20 Anggota DPRD Merangin Gulirkan Mosi Tak Percaya

Utama

 

ay5geGXZNvxPISNQa-AOp-6e_0sDajYu5RwVDblrtVVpHlD_Tk0qwRYpIw1j75uABCYjv63bpCZYqEo6Y8k0LHMximNQBFohPLbSlsVrZGfe7a6c=w443-h332-ncMERANGIN – Dinilai sebagai biang kerok dan dalang tidak cairnya anggaran untuk reses, dan sejumlah fasilitas lainnya di DPRD Merangin. Bahkan, berujung baku hantam Senin (28/3), membuat 35 orang anggota DPRD Merangin, 20 diantaranya menyatakan mosi tak percaya terhadap Wakil Ketua DPRD Merangin Isnedi.

 

Bahkan, dari 20 orang menyatakan mosi tak percaya tersebut, bakal ada lagi tambahan. Para anggota meminta pihak Badan Kehormatan (BK) menindak lanjuti atas mosi ini atas sikap sepihak yang dilakukan Waka1 DPRD Merangin, Isnedi.

 

” Kami minta pihak BK profesional untuk melihat sikap Waka DPRD ini, ungkap H. Safrudin dari Partai Bulan Bintang (PBB).

 

Safrudin juga menambahkan, terjadinya mosi tak percaya dikarenakan beberapa sejumlah anggota dewan menggangap Isnedi menginterpensi kebijakan sejumlah program baik anggaran, semua bentuk proyek dilembaga terhormat ini.

 

“Terjadinya mosi ini, kami melihat semua program di lembaga terhormat ini dia (Isnedi-Red), seakan ingin menguasainya,” singkat Syafrudin.

 

Dalam hal ini tambah Syafrudin, sebagai Waka tidak harus demikian, sebab apapun kebijakan yang diambil dalam reses ini adalah untuk masyrakat dan demi kemajuan Kabupaten Merangin, bukan untuk individu.

 

” Apapun yang kita dianggarkan DPRD bagi anggota dalam reses semua untuk kemajuan bagi masyarakat Merangin,” tambah Syafrudin.

 

Hal senada diutarakan, anggota dewan dari komisi 1 Hery Mohza. Saat ini niat anggota DPRD melakukan mosi tak percaya ke Waka 1 Isnedi sudah bulat.

 

” Nampaknya, sejauh ini rekan-rekan sudah bulat untuk melakukan mosi tak percaya terhadap Waka, kini hanya tinggal mengirim surat ke BK,” singkat orang yang kerap dipanggil Taboy ini ketika dibincangi.

 

Sementara, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Merangin, Nilwan Yahya mengatakan sejauh ini belum menerima surat dari mosi tak percaya yang diajukan tersebut.

” Saat ini belum ada surat dari sejumlah anggota yang mengajukan mosi tak percaya itu,” kata Nilwan.

 

Lebih lanjut Nilwan mengatakan, meskipun ada pihaknya akan mempelejarainya. Apakah disana ada unsur politik, atau memang terjadinya interpensi apa yang dituding sejumlah anggota ini.

 

” Intinya jika memang ada, pihaknya akan mempelajari lebih jauh supaya hal ini nanti tidak terjadi sepihak,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, terjadinya mosi tak percaya ke pada Waka 1 DPRD Merangin, Isnedi dipicu dana reses tak bisa dicairkan. Anggota menilai Isnedi terkesan menjadi penguasa di DPRD Kabupaten Merangin.

 

(DZA)

Author

Related Articles

Back to Top